KlikIND adalah sebuah media Indonesia yang berkomitmet menyajikan konten berkualitas.

Cara Mengelola Keuangan dalam Rumah Tangga Cukuplah Gampang, Ini Yang Harus Kamu Lakukan

50

Cara memgelola keuangan dalam rumah tangga memang sulit. Apalagi yang baru berkeluarga. Untuk anak papi mami yang biasa buang-buang duit adalah tipe yang nantinya paling susah mengatur keuangan. Iya, kalau dapet pasangan kaya, masih bisa santai kayak waktu masih jadi anak, kalau dapetnya yang bergaji pas-pasan? Harus pinter-pinter ngaturnya uangnya tuh. Kalau nggak, tahu-tahu lauk besok cuman nasi berlauk garam aja. Mengatur keuangan ini biasanya kerjaan para ibu, meskipun bapak-bapak yang ketat dalam mengatur keuangan keluarganya juga ada, namun dominasi lebih banyak oleh ibu-ibu. So, untuk ibu-ibu dan calon ibu-ibu, yuk kita simak, gimana sih cara ngatur keuangan yang benar?

Ini Cara Mengelola Keuangan Dalam Rumah Tangga yang Benar

Sebagai pasangan, kamu harus tahu diri, lho, dalam memakai uang keluarga. Uang itu, meski jerih payah kamu dan pasangan, harus diatur agar keluarga bisa hidup sejahtera sehat walafiat hingga akhir hayat nanti. Kebayang dong, kalau punya anak nantinya, biasa melahirkan, pengeluaran untuk susu, popok, belum pendidikan setinggi-tingginya agar hidupnya terjamin. Selain anak, ada variabel lain, lho. Uang untuk kebutuhan rumah, keperluan sosialisasi kayak arisan yang bejibun, huuuf, kalau di list, bakal banyak banget, guys. Jadi, yuk dipikir mulai sekarang. Ini langkah-langkah untuk cara mengelola keuangan dalam rumah tangga, ya.

Pastikan kamu mencatat semua pemasukan, setelah itu bagi berdasarkan keperlua yang paling penting

Pemasukan dari mana pun harus dicatat. Gaji suami, atau kalau istri juga bekerja, gaji istri juga harus diikutkan. Selain itu kalau punya usaha lain, pembukuannya memang beda, tapi keuntungannya harus dimasukkan juga ke dalam pemasukan rumah tangga, ya. Untuk awal dari cara mengelola keuangan rumah tangga, catat sebagai satu kesatuan dulu, baru nanti dibagi-bagi berdasarkan keperluannya.

Catat keperluan pengeluaran tetap, agar bisa mengira-ira pengeluaran bulan berikutnya

Masalah bayar pajak, listrik, air, SPP, iuran bulanan, dan segala sesuatu yang secara berkala harus dibayar juga harus dicatat. Untuk air dan listrik mungkin nominalnya beda tiap bulan, tapi tetap dicatat juga ya, berdasarkan tagihan yang diterima, jadi untuk bulan-bulan berikutnya kamu bisa memperkirakan jumlah yang harus dibayarkan.

Jangan lupa untuk menabung, untuk berjaga-jaga pas ada kebutuhan mendadak

Orang-orang sukses dan berkecukupan bukan cuman menghasilkan sebanyak-banyaknya atau menabung rezeki yang tersisa, lho. Justru mereka mengharuskan menabung terlebih dahulu, barulah sisanya dibelanjakan. Ini salah satu cara mengelola keuangan rumah tangga yang efektif ya guys. Selain bisa menyimpan lebih banyak, pengeluaran juga akan jadi lebih sedikit. Ingat, tabungan hanya dikeluarkan untuk keadaan darurat. Atau kalau perlu, bedakan tabungan menurut keperluan.

Tabungan pendidikan, tabungan masa tua, pisahkan saja semuanya. Menabung di bank boleh aja, tapi ingat, cek terus rekening kamu. Jangan sampai tahu-tahu rekening kamu berkurang drastis tanpa tahu sebabnya apa. Siapa tahu potongan dari bank naik dari bulan-bulan kemarin, tapi kamunya baru tahu hari ini. Bandingkan terus dengan catatan tabungan yang kamu buat sendiri, agar tahu selisih dan letak kesalahan hitungan.

Buat prioritas mana yang paling penting, jangan kepentingan diri sendiri yang didahulukan

Ada kalanya kebutuhan anak lebih penting daripada kebutuhanmu sendiri. Pastikan anak kamu mendapat pendidikan yang layak ya. Toh, anak juga punya rezeki sendiri, jadi rezeki kamu nggak akan berkurang kok. Kalau belum punya anak, prioritaskan untuk yang lain, bayar utang atau cicilan yang belum lunas misalnya?

Banyak juga ya yang harus dipikir dalam mengelola keuangan rumah tangga. Nggak heran kalau yang namanya orang tua itu banyak pikiran. Wong yang dipikir bukan cuman dirinya sendiri kok. Itulah cara mengelola keuangan rumah tangga yang semoga bermanfaat buat kamu sekeluarga.

 

Comments are closed.